Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran melalui program Keluarga Berencana [KB] ditengarai kontra terhadap kebangkitan umat Hindu di Bali. Caleg salah satu partai nasionalis, Luh Sri Herawati mengatakan program KB memiliki banyak kelemahan dalam penerapannya di Bali yang cenderung merugikan. Pembatasan jumlah kelahiran tidak sebanding dengan membludaknya pendatang yang masuk.
Di Bali para leluhur sudah menyiapkan empat nama untuk anak-anak mereka: Gede, Made/Kadek/Nengah, Komang, dan Ketut. Dan Bali yang pernah sangat berhasil dalam program KB di jaman Orde Baru, cukup puas dengan dua anak saja. Di sisi lain pemerintah tentu senang, dan para pendatang tidak ambil pusing. Kecuali bagi yang berkepentingan dengan proselitasi dan pengalihan agama mayoritas penduduk lokal.[source]

Bali sekarang sedang mereguk sisi negatif dari ketenarannya…